Sehari saja dengan kejujuran

Pernahkah kamu tak berbohong dalam satu hari?
Hari hari kini semakin menjadi, 
Menghadapi manusia dimuka bumi, yang tak sesuai dengan hati. Pikiran manusia terkadang meracuni hati
Rasanya mudah bilang,  maaf aku tak bisa..  Maaf aku ijin,  karena ini itu yg tak semestinya
Maaf aku ga bisa,  karna ini itu padahal tak sebanding dengan fakta
Menjauh semakin menjauh,  dari suatu pengetahuan waktu itu juga
Semakin berdosa, 
Hanya diam tak memberikan kabar,  mengapa tak datang??
Selalu,  undangan banyak yg harus ditemui,  namun nihil,  menuruti kata hati. 
Bagaimana ini?  Ketika ketikan lebih sadis dr pd lidah yang terucap?
Lagi lagi berdusta
Bertumpuk tumpuk,  berasal dari pikiran imajinasiku
Bagaimana aku meminta maaf pd satu satu diantara manusia?

Belum satu

Hey, coba donk tengok,  sekarang kamu umurnya sdh berkepala brp?
Hem..  Hayo,  seberapa betah sih,  kamu terngiang ngiang oleh nyanyian cinta yg tak kunjung memberi kedamaian jiwa
Di keramaian masih merasa ada belum terlengkapi
Ya itu satu…. 
Satu yg belum mengizinkan mata memandang
Satu yang belum mendapat waktu yang pas untuk bertemu
Satu yang belum mendapatkan kecocokan untuk menyatu
Yaitu hatiku dan hatimu…

Belum purba

Mungkin sikap ku masih tegang
Mungkin gerak gerikku masih ke kanak kanakan
Atau mungkin aku masih malu untuk mengaktualisasikan diri

Setelah ku fikir jauh,  tingkah ku memang beda tipis dengan namanya istiqomah. 
Inginku menjadi wanita yg polos,  anggun,  tak sembrono dan tak mengada2
Inginku juga opo enenge, 
Ya,  itu aku,  tetep aja ga mau kalo disuruh ribet,  rewel dkk.. 

Kini aku harus mengingat umur, posisi kan dmana dan kapan ketika harus bergerak.  Jangan nanggung,  beri satu peristiwa yg mengesankan kpd khalayak… 

Kalau tak bisa,  cukup 1 kesan saja…

Pantai abis KRS

Detik-detik KRS tiba, jika ku ingat semester semester sebelumnya, sungguh aku lebih memilih semester yang ini..
Hanya butuh waktu tak sampai sehari, tak sampai makan hati, tak sampai pusing tujuh keliling, tak sampai berlama lama didepan laptop. Hanya butuh 5 menit selesai. Klik, tinggal dicetak.
Turun dari motor, terdengar seseorang yg memanggilku dgn suara khasnya yg mudah ditebak. Memang tepat jawabanku. Ia memanggil namaku dgn lantang. Dan segera ku bersamainya. “Sugeng Riyadi nggih”,  kata ima. Karna baru bs bertemu pertama kalinya semenjak 1 bulan yg lalu Lebaran nya. “Saat itu aku berkunjung dirumah posko KKN yg kebetulan yg punya rumah adalah pak Dukuh. Aku sama kelompokku bersilahturahim”,  cerita Ima sambil berjalan menuju Fakultas. Lagaknya orang sunda ini ingin sekali mempraktekkan bahasa jawanya yang sedang ia pelajari. Dia meminta maaf pada pak Dukuh itu, dan mengucapkan Sugeng Riyadi dengan berkali-kali, dan dijawab lantang oleh pak dukuh tersebut. “Nggih kula”. “Nggih niki kulo”. Tak sampai 5 kali ia sungkem meminta maaf. Ia baru mengerti ketika diberi tahu oleh temannya. “Ini bapak dukuh namanya Sugeng Riyadi, oh iya?? ”
Siapa yg tak bs menahan tawa? Rasanya perut mengajak bergoncangan 😀
Dia membersamaiku masuk fakultas, sepertinya sepi sepi amat yak, hari ini khusus prodi ku pendidikan kimia seluruh angkatan yg mau input KRS.
Disamping tangga yg terdapat kursi meja buat nongkrong pas banget ada Iza,, Yesi, dan Siti dan sampingku banyak adik kelas. Jadi kebayang, adik kelas pasti jg lg sibuknya mereka berdiskusi memilih matkul yg mau dipilihnya.
Sebelumnya, aku mau memilih matkul pilihan yaitu IPA SMP. Walau memang jd penerus IPA SD Hehhe
Tapi, kalo aku pikir aku sdh melampaui batas dari minimal kok matkul pilihan, jadi ga usah ajah wkwkw
Rame nih grup WA ga ngomongin KRS nih? , tumben mb Zulfa posting wisata pantai dan bahas mau main kesana Sepulang KRS an ini. Kebetulan juga mb Zulfa di rumah mb Via diimogiri, ya sudah sekalian saja main.
Datang sejoli Adi dan Chalid dari arah pintu menghampiri kami yg msih transfer drama korea.
Sejoli itu mengajak ku untuk ikut main kepantai yg kebetulan deket dengan rumahku.
Aku belum sempat jawab, mereka berdua sudah beralih pergi menuju bawah tangga mengumpulkan pasukan yg mau ikut. Segera aku komentar di grup PEKIM, aku mau ikutan donk, dengan alasan mb Via dan mb Zulfa juga ikut. Tapi sebenernya ada alasan yg lebih kuat lagi.. Penasaran?? Mau tahu?? Coba tebak 😀
Mereka membaca comentarku dan kembali lagi menghampiri kami untuk mengecek penambahan kuota untuk temen yg belum kebagian matkul seminar penelitian n PPL. Dan saat itu, dicek ternyata eror. Nanti akan dibuka kembali revisi jam 7 malam hingga jam 10 malam. Jadi siap2 nanti…
Yuhu, aku berjalan menuju parkiran, untuk mengambil motor. Dan aku comen digrup, “Aku mantuk sipek, nuruni laptop”. Langsung nih, Ketua wisata Chalid japri, ” tunggu dulu mb Mariana seko terminal”.
Maksudnya? Apakah aku harus jemput atau gimana?
Miftah datang dan menjelaskan untuk menunggu teman2, bersama mas Miftah yg hendak mengambil motornya, lagaknya sudah lupa kalo pernah satu kelas yg pernah aku bantu tugasnya mengumpulkan resume. Karena diwaktu bersamaan ia menjalani dua matkul, dan hanya disamping kelas saja, mondar mandir. Saking Lucu nya waktu itu, selalu ia memihak tanaman obat dari pada IPA SD.
Yuk, aku pulang duluan ya.. Mereka pun masih menunggu sesuatu yg tak pasti. Di timoho ada cegatan, untung saja aku memberi tahu kan mereka supaya aman kalo lewat ga berurusan dengan polisi.
Sesampai dirumah, aku bersiap siap. Mb zulfa chat kalo mau main kerumah ku, pasti nanti juga temen2 yg dr UIN mampir pula kerumah. Tapi, baru aja dapat kabar kalo harus cepetan OTW ke depan puskesmas sdh ditunggu teman2.
Alamak, belum raup, belum sholat.
Ya sudah aku kesana, ternyata sampai sana dapat chat lagi kalo pada main kerumah dulu.
Aku putar balik setang, menuju rumah bertemu temennya adiku, aku ajak naik motor biar ikutan tebengan.
Karena aku memakai masker, jadi Ga mudah mengenali ku. Aku buka n bilang, “aku mbak yu ne ilham”. Baru ia percaya, mau ikutan.
Nyampe rumah, Ibuku baru datang, dan panik mau dikasih makan apa ya tamu ku nanti, aku ingat ini dhuhur pasti belum pada makan..
Ya sudah.. Tahu guling n lotek mbok de sum wae lah. Sama yg seger seger es jeruk. Hahahaha
Mereka datang, dengan serempak, motornya bingung mau taruh dimana, karena rumah baru banyak pembenahan jalan.
Yuk, makan dulu, lalu sholat dhuhur.
Tancap, jam 1 baru kita OTW ke pantai, dan kebetulan arahnya searah kerumah simbah, aku mengantarkan si gendut ilham dulu.
Kita jalan terus lurus, dengan kecepatan yg tak terkira. Pemandangannya waw, keren bgt, ada mobil bergantung diatas bangunan, juga ada rumah bungker di tengah sawah. Baru kali ini aku melewati itu, padahal orang imogiri malu ah..
Yg paling depan mb Zulfa yg jadi gaet ny karena, sebenarnya ia sedang KKN, tapi ia sedang turun dan mampir kerumah mb Via juga jalannya cepat ternyata lewat imogiri. Jadi, kita liburan kesana sekalian mengantarkan mb Zulfa menuju posko. Memang jalannya naik turun, tikungann pun sering ditemui. Hati hati sajalah.
Ternyata pantai yg kita datangi adalah pantai gesing, pantai ini pantai Gunkid,
Sesampainya disana, waw masuk parkir tanpa berbayar, hahaha langsung nih ga afdol kalo ndak menyentuh air pantai.
Selfi yuk…
Yuhu, masing masing dari kita melempar batu, yg paling terjauh akan nikah duluan 😀 bukan takhayul tapi kesepakatan kita.
Kita merayakan ceremonial 17an

Yg sebelumnya ada simulasi gugur bunga mengenang jasa pahlawan, yg mana Adi jadi model pahlawan yg sedang terapi pasir.

Sepulang dari pantai, musibah Memang datang tiba-tiba dan aku sudah memperingati diri ku sendiri, untuk hati-hati melewati tikungan yg ada pasir, dan benar Adi
dan Risa terjatuh dari motor. Namun, untunglah tak terluka. Hanya, pasti ada rasa gemetar.

image

image

image

KKN HOROR

Sudah biasa kita gerombolan yang diamanahkan mengabdi didaerah yang kata orang itu terpencil yang butuh diperhatiiin. Cie, butuh perhatian nih, ujar ku. Tugas yang selalu kita kebut tiap malam-malam yang sendu, sehabis rapat yang mendayu. Laptop pun yang semula tidur senyap, tiba-tiba terdengar bujuk rayu oleh mesin ketik, bergerak bermain ketukan drum yang tak beraturan. Jariku yang kiri hanya menyukai tiga  huruf yaitu a, e dan s, ya seperti itu saja, berbeda dengan jari kanan yang terkadang menempati posisi berjalan dimana-mana. Dua sejoli ini, lagaknya mengetik dengan berdansa saling menyatukan kata per kata menjadi sebuah kalimat.

Rasa kantukku membuatku terlena, layar laptop yang meyala, tiba-tiba mati pet. Sebelum mengatakan kata-kata terakhirnya, mata ku sudah mengajak berdamai dengan alam.” Sudah-sudah turunkan matamu nak, tidurlah!”, terdengar bisikan udara yang lewat. Lama-lama semakin sendu dengan iringan musik yang slow , memang cocok sekali penuntun nina bobok.

Terdengar suara lain, seperti suara tamu yang sedang ngobrol , saling bercengkrama seperti mengobrolkan hal yang penting. Tak lebih dari 15 menit aku terbangun mendengar suara pintu yang sedang dikunci oleh Nafi si pelantun seriosa itu. Aku mencoba menggerakkan tubuh, dan membuatnya membangunkanku untuk segera berpindah tidur dikamar. Namun, kursi tamu itu membuatku lebih nyaman mencoba suasana baru malam itu.DSCN2028

Mencoba berjalan, menuju kamar dan kuambil pasta gigi dan sikat gigiku kubawa berjalan menuju rumah terisolasi. Ku lewati pembicaraan mereka bertiga disebelah parkiran motor. Salah satu dari mereka mengajak bercanda padaku. “Awas, dilihat pintunya tahu-tahu kamu nabrak!”, ledeknya. Karena mereka melihat muka ku seperti baru bangun tidur, dasar muka bantal. Sudah biasa keluar malam sendirian menuju kamar mandi yang terletak diluar rumah. Lagaknya tiap malam dengan perangai sombong sepeerti menantang makhluk dunia lain. Namun, tak ada gerak-gerik yang mengerikan dan mencurigakan malam itu sama seperti malam-malam sebelumnya.

Dari situ aku mulai paham, iya paham. Biasanya mereka sering meluangkan waktunya dikursi tamu ini dengan perbincangan yang penuh tawa, namun malam itu semua tidak ada bekasnya. Setelah segar kembali dari ruang terisolasi mereka sudah berjejer menempati kursi ruang tamu dengan posisi merebahkan tubuhnya. Yang satunya memilih untuk menggelar anyaman klasa dibawah itu lengkap dengan satu paket  bantal dan sesekali memainkan handphonenya.

Kututup korden pintu dan sesekali kulihat gerak-gerik mereka dari dalam kamar. Hawa saat itu memang terasa dingin menyelimuti seluruh ruangan dan mengajak mengetuk mata untuk segera tertidur. Namun, diwaktu yang tepat itu, sepertinya memang memaksaku untuk jangan tidur dulu.

Suara-suara diam mulai berteriak. Disaat kami semua terlelap tanpa suara. Dluuugggghhhh… Dluuuggghhhh….. Suara itu terdengar keras dipojok ruangan balai. Pikirku hanya suara kelapa jatuh dari pohonnya. Namun, apakah sekeras itu dan terasa dekat, ujarku. Aku tetap mencoba memejamkan mata sambil komat-kamit baca doa pengusir hantu. Selang beberapa menit, terdengar suara,tok..tok…tok dengan nyaring dan terdengar jelas didepan pintu balai. Hatiku semakin mendesir,semakin kukuatkan doa ku dalam batin.

Keesokan harinya,kami duduk diruang tamu dengan perbincangan kecil sebelum bersiap-siap berangkat ke pasar membeli logistik makanan. Mas Maman mengawali permbicaraan pertama mengenai hal yang perlu diungkap tengah malam tadi. “Apakah diantara kalian ada yang mendengar hal aneh tadi malam?”. Langsung Ulin yang menjawab iya dengan yakin dan menjelaskan bahwa ada sesuatu yang aneh. Lina yang berada dikamar sebelahku pun merasa aneh tadi malam mendengar suara-suara yang tidak seperti biasanya. “ Ada dua suara yang berbeda tadi malam, yang pertama suara kelapa jatuh dan yang kedua suara ketukan pintu seperti ada tamu”, sahutku.

“Oh, jadi kalian pun tadi malam masih betah melek, tidak menyia-nyiakan kisah tadi malam itu?”, tanya Septa. “Iya, persis yang kamu katakan tadi in suara itu beneran ada, aku aja yang tidur diruang tamu hampir ketakutan tak bisa tidur”, kata  Mas Maman sambil mempraktekkan suara ketukan pintu. “Akupun yang tidur dibawah, berkali-kali kucoba membuka mata dengan 2 mili saja sekedar ingin mengetahui adakah sesuatu hal aneh disekitar, namun tetap aku lebih dari penakut tetap menutup mata saja”, jelas Ulin. “Betul banget, aku juga idem sama kalian beneran bikin merinding”, kata Mas Indra.

“Ku lelah….”, lagu andalannya Nafi Novi dan Nafi yang  baru selesai beres-beres ikut gabung dan mendengar cerita yang sedang kami bincangkan, katanya mereka sama sekali tidak mendengar hal aneh tadi malam. “ Tadi malam aku mah tidak dengar apa-apa tuh, kan aku tidurnya terjaga”, kata Nafi. “Iya nih, kalian mungkin lupa belum baca doa ya? tapi aku juga pernah juga mendengar orang jalan didepan meja makan itu bolak-balik”, tambah Novi.

“Nah, ini ni saksi-saksi malam sudah pada mengungkapkan kesaksiannya, tinggal pak ketua Ali yang baru bangun dan akan kita tunggu kesaksiannya”, kata Lina dengan rasa penasaran. “Al, tadi malam tidurmu nyenyak?, tanya Novi. “Nyenyak kok walaupun bangun-bangun bentol-bentol dicium nyamuk”,jawabnya dengan ketawa yg khas. “Memang ada apa tadi malam,kok muka kalian tegang”, tanyanya.  “Kamu ketinggalan berita terkini ya pak, padahal live and eklusif, jawabku. “Lho kalian nonton TV bareng? Memang TV nya mb Ida dikeluarin kayak layar tancep?”, tanya Ali dengan penasaran tingkat dewa.

“Tadi malam tu ya pak, ada suara-suara yang bikin merinding…. Eh, Gak jadi”, jelas Novi. “Ah, Novi pagi-pagi mulai gemesin”, tambah Ulin. Ratu gak jadi itu sedang kumat tak sengaja meletup dengan jargon andalannya “Gak jadi”.  “Ada apa e tadi malam?”, tanya mb Ida dari balik tembok anyaman kayu.” Gak ada apa-apa mb, ini tadi malam ngalamin hal-hal mistik”, sahut Nafi. “Ya kan memang waktunya mereka yang bicara to ya? Demit kok dilawan!”, kata mb Ida dengan nada lucunya bikin ketawa.

“Sudah, sudah kita lihat lagi drama nanti malam, apakah masih ada episode berikutnya ataukah tadi malam memang film horor?”, kata Mas Maman. “Ya sudah, ayo mas lanjut kepasar, nanti keburu habis tersapu dagangannya”, ajak Lina dengan semangat. “Lina, padune mampir ke waduk sermo bareng syeck Maman”, ejek Septa. Kami semua tertawa menikmati sajian pagi itu… terasa hangat!

Gunung Kukusan, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo 20 Juni-30 Juni dan 11Juli-31 Juli 2016

KP 63 ANGKATAN 89

Ngisi waktu..

Hari pertama kamis,ikt sprti tahap pengrekrutan, masuk pertama kali dgn wajah-wajah baru masuk pertama diruangan seperti ruangan pejabat2, aku terpana melihat bendera kopma sama yg tema kopma ” HILANGKAN SEKAT KOPMA BERKERABAT”.
Aku sok jaga2, duduk selang beberapa menit,baca laporan,padahal ga enak juga ya, bukannya menikmati acra malah sibuk belajar,wkwk
Ada seorang mahasiswi,kok keliatannya yg aku liat pemverani,duduk dpn sndri, akhirnya pndah disampig aku, krn kursi dpn 2baris dgunakan utk para tamu. Kuajak kenalan, ia adl mhsiswi asal perbankan, wawasannya ttg ilmubluar jg cukup tau,
Pembukaan nih, MCnya mb mb yg namanya habibah,yg kala itu aku sempet kepo liat kronologi FBnya,soalnya sering posting informasi digrup, trnyta cataatnnya bergumam banyaak, ya pantes kalo permberani sepertinya,,
Sambutan dihaturkan pd ketua Panitia Kopma:Satriyo, yg dia itu rsk disukai sma Alfi,krn keliatannya dr luar tu cuek. Tp,aku agak salut mukodimah penyampaiannya pakai bhsa pak kiyai,aku blm tinggi ilmunya,jd pngen belajr n mmbiasakan. Trus, ketua KopMa yg pny Motto “Besarkan Kopma maka kamu akan besar bersamanya”. Trus, perkenalan pemandu.
Kami seangkatan diksar 65 dibagi 2 kelas,kelas A dan B. Aku berpisah dgn Alfi Dina. Kelas kami pindah keatas, dgn suasana lesehan.
Masuk dgn teman baru,satupun aku blm mngenal mreka,kecuali Anggita yg baru td pagi kenal. Pemandu yg berseragam rapih, mnyambut kami dgn, ” Semangat Pagi?”-“Semangat penuh inspirasi”, sambil tangannya bergaya didpn mata. Awal mula,perkenalan dahulu, kita melingkar sekelas 40 org yaa, perkenalan pertama dgn lagu,tapi aku lupa, intinya lagunya pakai gerakan tangan trus memperkenalkan nama diriny n nama teman samping kirinya secara berurutan. Trus, baru perkenalan lengkap nam,jurusan dll.
oh iya,aku baru sadar sesadarnya, kan kopma itu ttg koperasi pasti didominasi dgn mereka yg berada dilinbgkaran uang ekonomi bisnis gitu lah. Pantesan saintek yg ikt berapa org? 2% saja didalam kls B…
Pemandunya itu mb yg Gendut namanya mb Rani, mas Purnomo n mas …..
Mereka 3kompak sekali…
Trus, ada sesi mndengarkan cerita dr pemandu, *diceritakan kisah sebuah gelas yg dibuang begitu sja oleh majikannya, lalu ia mrasa sangat hina, ia sering kali diperlakukan tak semestinya ileh majikannya dibanting, dicuci dgn air yg kotor,hingga suatu saat si gelas berfikir knapa aku selalu begini Tuhan, selalu dicaci maki. Akhirnya gelas putus asa, namun Tuhan slalu mmberi ksempatan utk dia mndapatkan tempat khidupan yg indah,ia dijadikan gelas tercantik yg dimiliki oleh putri. Sungguh, dia tdk mnyabgka bs jadi naik serJatnya.. Akhirnya gwlas trsbut, mnyadari kekhilafannya n mnjalani hisup dgn penuh rasa syukur*-
Sudah siang ternyts, berunding dlu utk memberi yel2, yg berani ngasih usulan itu Anggita, brpendapat yel-yelnya pas yel yel ospek fakultasnya,sambil mnari2, PD bgt yo, nwk aku isinan je 😀
Yuk,shilat dlu, kami bertiga lari kemaskam, ya lumayan jauh ya, org sharusnya lewat underpast, tp kN sabtu tutup.
Yuk, keTKP lagi, aku kira aku akn tetlanbat senfmdirian, padahal masih ada yg antri sholat. Aku masuk, bu od mainan ho n cerita sama tmn2 sndri,. Pas sblum acra perkenalan td, Ku udh perknalan dulu sama Tya, Sinta dll. Nah, itu mrek blm dtg,jadinya aku kesepian ga ada tmnnya. Nah, dpt kenalan kok tnng aja, hdpmu ga bakal sndrian, tu ada Miftah sama…..lupa aku.
Ditengah2 makan di suguhi film one piece, .
Yuhu… Masuk ke arena balap ya, kmbali keruangan klls A td, sperti biasa kalo udh masuk heboh2an grup. Masing masing mngajukan yel2,pwertama kali sih yg paling heboh n kece grupnya kita, yg A itu garing kalo aku liat…
Trus, lanjut sma materi ttg koperasi, trrnyta ada kaka senior yg setia ngt sma ini kopma, krn mngorbankan akdemiknya,katanya sih sdh smster . 13. Tp,jangan ditiru y adek2,pesannya.
Disela2 pergntian matri diadakan game sma kaka pmandu… Naik delman trus cis tran.. Aku ngefans pertamakali sma pmandu cowok yg pke behel, mirip sma Irwan pnyanyi D Academy, kata Dina ia msh smster4, sama donk.
Akhirnya pulangg… Dgn bnyak beban, klo bsok tdk brgkt dsuruh ngresume 4 mateti… Blm lg bsok Responsi kim organik yaaa